Jumat, 10 Agustus 2018

Arti Kemerdekaan Sesungguhnya







Gambar terkait

   Arti kemerdekaan Sesungguhnya Merdeka!!!, masih teringat ucapan penuh semangat dari inspektur upacara tadi pagi, upacara dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 73. Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2018, sebuah tanggal yang dianggap sakral bagi kita bangsa Indonesia, tanggal kemerdekaan. Karena 73 tahun yang lalu, founding father kita, Soekarno-hatta mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita sering kali dengan mudah mengatakan “merdeka”, atau seharian tadi ditelevisi banyak iklan tentang kemerdekaan, banyak pejabat negara membuat pernyataan bahwa kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan kerja nyata. Saya ingin mengajak anda yang membaca tulisan ini merenung dulu, memahami dengan benar.  apa sih makna merdeka itu?, apakah hanya bebasnya wilayah kita dari pendudukan negara lain?

Seharian tadi setelah upacara di sekolah, saya pergi melihat para anak-anak kecil, remaja hingga dewasa sedang berlomba tepatnya di dekat rumah saya di daerah tangerang selatan, perlombaan tersebut sangat banyak contohnya seperti: lomba balap karung, makan kerupuk, memasukan pensil ke botol , estafet bangku , kelereng, memasukan benang ke jarum dan masih banyak yang lainnya.

Apakah saya ikut lomba?

Yaaa!! saya mengikuti lomba tersebut :), saya mengikuti lomba "memasukan benang ke jarum" (sambil berjalan). Saya tidak mendapatkan juara 1 pada saat lomba tersebut, hanya mendapat juara 3, mungkin karena saya kurang latihan hehehe, Tapi walaupun saya tidak mendapatkan juara 1 setidaknya saya sudah berusaha, walaupun hasilnya tidak seperti yang saya ingin yaitu mendapat juara 1.

Ohh iya udah pada tau belum Arti kemerdekaan sesungguhnya itu apa?

Kemerdekaan itu artinya adalah kebebasan, bahasa kerennya “freedom”, kebebasan dari apa dan kebebasan untuk apa? Kebebasan sebuah bangsa berasal dari kebebasan masing-masing individunya, kemerdekaan sebuah negara bermula dari kemerdekaan masing-masing warga negaranya. Kemerdekaan untuk bebas berpikir, bebas untuk menggunakan Pikirannya sendiri, bebas untuk menentukan kehidupannya sendiri. Kehidupan diri seseorang tergantung dari pikirannya, jika ingin menjadi pribadi yang merdeka maka seharusnya dimulai dari bebas berpikir, dimulai dari merdeka berpikir. Sejatinya kemerdekaan berpikir adalah kemerdekaan setiap manusia, kemerdekaan berpikir adalah hak asasi manusia. Setiap manusia baru benar dianggap sebagai manusia kalau sudah berpikir dengan benar.

Bentuk-penjajahan

Kalau dulu penjajahan identik dengan fisik dan wilayah, maka sebenarnya ada bentuk penjajahan yang lebih “bahaya” daripada penjajahan fisik atau wilayah yaitu penjajahan pikiran, Penjajahan pikiran terjadi melalui berbagai media, berbagai informasi yang menjadi sugesti masuk ke pikiran kita. Memang Indonesia sudah merdeka, sudah sejak 73 tahun yang lalu dikatakan merdeka, sudah selama 73 tahun dikatakan bebas penjajahan secara fisik dan wilayah. Tetapi apakah sudah benar-benar merdeka dari penjajahan pikiran? Anda bisa menjawabnya dengan melihat kenyataan di diri anda sendiri. Kalau anda belum bisa mengenali pikiran dengan benar, anda belum bisa menggunakan pikiran dengan maksimal dan anda masih takut untuk mengubah “logika” pikiran anda maka itu sebenarnya diri anda belum merdeka, diri anda masih terjajah.

"Merdekalah dengan sebenar-benarnya merdeka, kita mulai dari diri sendiri, dan mulailah saat ini juga. Dirgahayu Indonesiaku, Jayalah Negeriku"

 Gambar terkait


*Terimakasih atas kunjungan anda*
-Terimakasih untuk seluruh Teman-teman XI TKJ 1 Smkn6 Tangsel
Follow me on
-Instagram : https://www.instagram.com/arimaulana.22/